Posts

Showing posts from September, 2016

Sejalan dengan apa yang dirasakan pria

Lalu, apa sebenarnya batu kelenjar ludah? Laman WebMD menyebut batu kelenjar ludah (salivary duct stone atau salivary gland stone) merupakan hasil dari mengerasnya cairan ludah di kelenjar ludah. Cairan ludah yang mengeras biasanya mengandung kalsium yang tinggi dan akhirnya menjadi batu, mirip dengan batu yang ada di ginjal, dan dikenal dengan sebutan Sialolithiasis. Penyebab mengapa cairan ludah ini dapat mengeras dan akhirnya menjadi batu hingga saat ini belum diketahui dengan jelas. Meski begitu, dehidrasi, pola makan yang buruk, penggunaan obat-obatan antihistamin dan trauma pada kelenjar ludah diketahui dapat meningkatkan risiko munculnya batu kelenjar ludah. Sejalan dengan apa yang dirasakan pria di video tersebut, munculnya batu kelenjar ludah akan menyebabkan lidah bengkak dan terasa sakit. Hal ini terjadi akibat tersumbatnya kelenjar ludah yang menyalurkan air ludah ke dalam mulut, sehingga air ludah yang sudah diproduksi masuk lagi ke dalam dan menyebabkan bengkak. Jika batu...

Hii, Ada Batu Kelenjar Ludah di Mulut Pria Ini

Jakarta,  Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengeluarkan batu kelenjar ludahnya sendiri menjadi viral di internet. Sebagian tak percaya dan menyebut video itu palsu. Padahal batu kelenjar ludah benar-benar ada. Laman Mirror, Metro, Daily Mail hingga Cosmopolitan memberitakan tentang video tersebut. Video yang diunggah akun Brandon Douglas di situs Youtube tersebut menarik perhatian netizen karena pria dalam video itu mengeluarkan sendiri batu kelenjar ludah dari bawah lidahnya. Hii! Menurut pengakuan pria itu, ia sudah merasa ada bengkak di bagian bawah lidah selama beberapa hari. Bengkak tersebut disertai dengan keluarnya cairan kental mirip nanah atau ingus dan disertai rasa sakit. Setelah beberapa hari, keluarlah batu kelenjar ludah yang akhirnya ia videokan dan menjadi viral.

Antisipasi Zika, Lebih dari 600 Lavitrap Dipasang di Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta,  Guna mengantisipasi masuknya virus Zika, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta pada Kamis (15/9) mulai memasang lebih dari 600 perangkap larva nyamuk yang disebut lavitrap. Tujuannya agar lingkungan bandara bisa lebih aman dari nyamuk terutama Aedes aegypti sebagai vektor utama penyebar penyakit. Kepala KKP Soekarno-Hatta dr Susanto mengatakan hingga saat ini pihaknya sudah melakukan pemasangan Thermal Scanner untuk memeriksa penumpang demam dan membagi Health Alert Card untuk pengamatan. Pemasangan lavitrap ini dilakukan sebagai tindakan pendukung agar lingkungan bandara bisa lebih aman. "Kalau kita lakukan fogging, pengendalian secara kimia di bandara yang sangat sibuk akan sangat sulit dan itu hanya membasmi nyamuk dewasa saja. Yang paling penting memutuskan rantai perkembangan penular penyakit tersebut," kata dr Susanto ketika ditemui di lingkungan KKP Soekarno Hatta,  Seperti diketahui bandara Soekarno-Hatta sedang melakukan pembangunan besar-besar...

Begini Cara Kerja Lavitrap Membasmi Nyamuk Penyebar Zika

Jakarta,  Sebanyak 600-1.000 perangkap larva nyamuk (lavitrap) disebar di lingkungan sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mengatakan perangkap tersebut disebar dalam rangka mengendalikan nyamuk Aedes aegypty selaku vektor penyebar virus Zika maupun dengue. Dijelaskan oleh Kepala Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan KKP Soekarno-Hatta, Sutjipto SKM, MM, pada dasarnya prinsip kerja lavitrap sederhana. Wadah dibuat sehingga nyamuk bisa bertelur ke dalamnya namun ketika nanti berkembang, larva yang telah menjadi nyamuk dewasa tidak bisa keluar. Untuk mencapai hal tersebut ada beberapa variasi perangkap yang bisa dibuat. Sutjipto memberi contoh perangkap yang sederhana misalnya botol plastik dibelah dua kemudian bagian atasnya dibalik untuk menjadi corong.  Selanjutnya isi wadah dengan air hingga nyaris penuh sehingga ketika nyamuk bertelur dan larvanya berenang-renang ke permukaan wadah untuk menjadi nyamuk dewasa, ia terperangkap tidak bisa k...